Laman

"I am who I am. I'm normal. I'm not perfect. I run into things. I trip, I spill food. I say stupid things. But thats just me. " ..."My life is too short if I was just thinking of someone who is not necessarily think of me " ... "Selalu mengikuti KATA HATI" ... "Menulis dengan HATI" ... with love :)

Selasa, 08 Oktober 2013

Sederhana .....

Mungkin inginku terlalu sederhana.
Aku hanya ingin mendengar kamu yang mengetuk di depan pintu.
Aku hanya ingin sekali lagi melihat wajahmu, meski hanya dari balik jendela.
Aku cuma mau kamu, sosok yang nyata ketika aku membuka pintu.
Aku hanya ingin di depan tungku perapian, bersamamu ketika dingin menerpa.

Bisa saja mauku terlalu sempurna.
Menjadi orang yang kaupilih di antara sempurnanya sosok-sosok yang ada.
Menjadi orang yang kaupilih untuk kauambil hatinya, kemudian kaujaga.
Menjadi makhluk yang kaumau, untuk berbagi hidup selamanya.
Menjadi orang yang kaupilih dan menjadi orang paling beruntung di dunia.

Namun kenyataan terlalu berbeda.
Kamu mengisyaratkan ‘selamat tinggal’ terlalu dini.
Ada sedikit mati kurasakan di sini.
Hatiku sudah terlanjur kamu bawa pergi.
Semuanya sebelum aku berhasil ungkapkan aku ingin memiliki.

Dan kini, semuanya sudah terlalu jelas.
Ternyata aku hanya seorang aneh yang merindu pelangi senja.
Seonggok tak sempurna yang mendamba dewi fortuna.
Setitik hitam yang inginkan kilau cahaya.
Seretak gersang yang haus air surga.


Sadar Diri. Aku Harus Pergi. :")


with LOVE :)

Jumat, 08 Februari 2013

Malaikat Hujan itu.. KAMU ! :)





            Hujan itu.. ROMANTIS! Tanya kenapa? Ya jelas aja lah, karna di dalam hujan segala cerita dapat tercipta. Cerita tentang AKU, KAMU, HUJAN, dan KITA.. ya, KITA dan HUJAN! Kita di dalam hujan, dan Hujan mengiringi kebersamaan kita J ketika hujan kita bersama, dan ketika kita bersama hujan pun datang menyapa.. banyak cerita tentang kita dan hujan.. cerita bagaimana romantisnya hujan .. cerita tentang bulir-bulir airnya yang turun membasahi jutaan helai rambut dua anak manusia yang sedang menikmati romansa cinta mereka.. kamu tahu? 
            Hujan itu buatku bukan hanya sekadar air yang turun ke muka bumi ini.. hujan itu bagiku, seperti salah satu dari ribuan anugrah dari Sang Pencipta yang dapat aku rasakan dan sangat aku syukurinnn.. karna ketika hujan aku tersenyum.. ketika hujan juga aku menangis.. dan ketika hujan juga, aku menemukan kamu! Kamu selalu ada di saat hujan turun. Kamu ada bagaikan malaikat hujan yang dikirimkan Tuhan ketika Ia tahu aku butuh sebuah penyegaran.
             Di dalam hujan aku menemukan banyak suka maupun duka. Dengan kehadiranmu, aku selalu menerima semua itu dan tetap berusaha meyakini bahwa apa yang aku jalani adalah yang terbaik. Aku selalu punya banyak cerita tentang mu ketika hujan, cerita tentang sesosok malaikat hujan, juga terselip sebuah kisah tentang kita di dalamnya J


              Kau tahu? Tak ada yang perlu disesali ketika hujan turun, ketika hujan datang menjadi penghalang rencana kita. Tanya kenapa? Karena ketika hujan turun, ada malaikat yang ikut bersamanya, dan dia berada di sampingku. Aku tidak peduli harus berapa lama aku menunggu hujan itu reda, atau harus berapa lama aku berdiri di pinggiran sebuah etalase toko, aku cukup tahu bahwa malaikat hujan tetap berada di sampingku bersama payung cintanya J
              Tak peduli juga seberapa dinginnya hawa saat itu, tak peduli seberapa kakunya jari-jari tanganku, yang ku tahu malaikat itu selalu siap dengan perisai bajanya untuk melindungiku J tak peduli juga bagaimana keadaan pada saat itu, aku cukup tahu bahwa aku tidak sendiri, ada dia si malaikat itu berdiri tegap di sampingku.. kau tahu? Malaikat itu sama dengan hujan. Dia dingin, cukup dingin malahan. Dia juga cukup kaku, sama seperti air hujan yang turun, lurus, konstan hahahah Tapi di balik kedinginannya itu, aku tahu malaikat itu sama seperti hujan, selalu membawa kesegaran dimanapun dia berada. Sama seperti hujan, aku juga suka melihatnya.
                Dia manis. 
                Dia lucu. 
                Dia tidak seperti malaikat pada umumnya yang nyaris mendekati kata sempurna, namun dia terlihat sempurna dengan segala kekurangannya bagiku.
                Dia… ya, dia si malaikat hujan.. yang mampu membuatku tersenyum meskipun aku sedang kaku seperti karang es. Yang mampu membuatku meluluh ketika hatiku sedang terbakar oleh api. 
Malaikat itu.. dingin.. 
                 tapi ketika tangannya menyentuh pergelangan tanganku dapat kurasakan hangatnya bagaikan ketika kau sedang berjemur di panasnya matahari pagi hari. Tidak menyengat, namun hangat. Cukup untuk membuatku tersipu malu dalam hati.
                Sejujurnya aku suka itu, namun rasa gengsiku yang tinggi membuatku membungkam mulutku. Aahhh, sejujurnya juga aku merindukan saat hujan pertama itu! Saat dimana rambut dan bajuku harus basah kuyup. Saat dimana aku harus pulang larut sore. Saat dimana aku berteduh di pinggir jalan, di sebuah toko kecil. Saat dimana mulutku masih belum terbuka lebar. Saat dimana aku tersenyum sepanjang perjalan pulang tanpa menghiraukan derasnya air hujan yang menghalangi jalan pulangku. Saat dimana aku selalu terbayang-bayang dengan moment singkat namun istimewa itu hingga larut malam. Saat dimana aku tak ingin mencuci mukaku hanya karena terdapat bekas telapak tangannya yang menyentuh kedua pipi kecilku ini. Ahahahah.

 Hujan!!!!! Kau itu indah! Sama indahnya dengan malaikat yang datang bersamamu! 

with LOVE :)

Senin, 28 Januari 2013

Pertemuan itu.. Beritahu Aku…




Deg-degan? Was-was? Memeriksa apakah ada yang salah ataupun kurang dari setiap inci lekuk tubuhmu? Dan selalu memeriksa layar handphonemu hanya untuk memastikan tidak ada pembatalan sebuah percakapan panjang yang akan terjadi kemudian dalam hitungan detik lagi? Memastikan semua dalam kondisi yang hampir sempurna ketika sudah mendekati waktunya, seakan kau tidak ingin ada yang kurang sedikitpun? Dan ketika waktunya tiba, kau hanya bias tersenyum dari jauh menyambut kedatangannya.. jelas, kau akan menyembunyikan rasa bahagiamu atas pertemuan yang telah terjadi ini.. karena kau tidak ingin dia tahu bahwa kau sangat bahagia telah bertemu dengannya, ya karna kau MUNAFIK! HAHHAHHAHA, maaf kalau terlalu kasar, kadang memang kata itulah yang pantas untuk seseorang yang terlalu sering menyembunyikan perasaannya.. :D tidak ingin orang mengetahui apa yang sedang dia rasakan, padahal itu merupakan sebuah perasaan bahagia.. J tapi, apa daya, itulah manusia.. EGOIS, hanya ingin memendam apa yang dia rasakan sendiri dan membiarkan orang lain berpersepsi tentang dirinya.. Entah karena tidak ingin berbagi kebahagian itu pada orang lain atau karena dia malu untuk melampiaskan perasaan itu dalam sebuah kalimat singkat…


Jadi, beritahu aku apa yang kau rasakan setelah pertemuan itu terjadi? Beritahu aku apa yang kau rasakan dalam hatimu.. beritahu aku apa yang kau dapat setelah pertemuan itu.. rasa puaskah? Senangkah? Bahagiakah? Beritahu aku apa yang kau rasakan ketika kau sedang menatap matanya.. ketika kau sedang diam-diam menghapalkan setiap detail wajahnya untuk kau ingat di kemudian hari..ketika otakmu bekerja cukup keras untuk menghapalkan setiap kata yang keluar dari bibir manisnya untuk dapat kau ingat sepanjang hari-harimu.. dan, ketika kau sedang kehabisan kata-kata untuk membalas setiap ejekan-ejekan kecilnya hanya karena kau sedang tidak konsentrasi akibat rasa bahagia yang sedang menyelimuti hatimu karena pertemuan itu akhirnya terlaksana..?



Beritahu aku bagaimana setiap sentuhan kecil halusnya dapat kau rasakan dalam setiap helai rambutmu.. bahkan ketika kau terpaksa mencubit kecil lengannya hanya karena kau saking gemasnya, gemas akan pertemuan yang tlah lama kau nantikan.. bagaimana juga ketika bagian di mana waktu seperti berhenti berputar ketika kau ada di depan nya.. membagi semua kisah dari rutinitas harianmu padanya.. dan bagaimana ekspresimu ketika dia hanya menjawab singkat semua cerita panjangmu.. :D memang menyebalkan, tapi kau tidak akan pernah bisa marah, karna kau tahu marah hanya akan mempercepat pertemuan itu berakhir.. lagipula siapa yang peduli dengan komentarnya yang singkat atau seakan tidak mempedulikanmu? Toh kau tahu bahwa pada dasarnya dia tetap memperhatikanmu, tidak peduli penting atau tidaknya cerita yang kau sebutkan itu..



Dan beritahu aku, bagaimana spesialnya sebuah pertemuan itu.. ceritakan padaku betapa istimewanya dia.. ceritakan juga padaku apa yang terjadi di bawah terik panasnya matahari itu.. atau bagaimana sejuknya beribu rintik air hujan yang kau nikmati bersamanya.. tak peduli bagaimana pun cuacanya, apapun yang akan terjadi dan yang sedang terjadi saat itu… yang kau tahu, kau menikmati kebersamaan itu.. saat dimana yang paling kau nanti.. waktu dimana Tuhan mengabulkan doa yang kau panjatkan setiap malam sebelum tidurmu.. dan kau tahu? Aku juga merasakan hal itu.. J



with LOVE :)


Jumat, 18 Januari 2013

Can You Tell Me, What I Feel?





Pernah merasakan sesuatu yang teramat mengusik hati kita? Sesuatu seperti ada yang mengganjal dalam hati kita? Seperti ada yang hilang dalam hari-hari kita? Sesuatu yang kurang dalam setiap detik dalam aktifitasmu? Sesuatu yang biasanya selalu menghiasi layar handphone mu dengan beribu kata-kata manisnya dan juga beberapa “call” yang selalu kau tunggu sebagai ucapan selamat tidur? Merindukan sedikit tawa yang menghiburmu, yang dapat membuat kita melupakan sedikit rasa lelah dan penat dari rutinitas kita?
 Merindukan percakapan yang meskipun membuat dirimu merasa sedikit kesal, jengkel, marah ataupun semacamnya tetapi kau tetap tersenyum tanpa mempedulikan rasa-rasa tadi?  Dan ketika semua itu seperti menghilang, tanyakan pada hatimu apakah ini? Apakah yang membuatmu tidak bisa tidur hingga larut malam? Diam di pojokan tempat tidurmu, memeluk bantal guling, dan dengan headset yang menempel di telingamu.. yang memutarkan sebuah lagu dan membuatmu seakan masuk ke dalam setiap lirik lagunya dan memaksamu untuk menitikkan air mata..   Membuatmu hanya memandangi sebuah layar tipis kecil di genggaman tanganmu yang dihiasi dengan 2 buah senyuman manis sepasang anak manusia? Membuatmu merapalkan nama seseorang dalam setiap doa sebelum tidur malammu? Membuat sebuah permintaan kecil kepada Sang Pencipta hanya untuk sebuah pertemuan meskipun singkat?



Ya, mungkin itu seperti sebuah perasaan dimana kita sedang merindukan seseorang. Sebuah perasaan gelisah ketika kita tidak mendapatkan kabar apapun darinya. Sebuah perasaan galau yang menyelimuti seluruh anggota tubuh kita, menggerogoti hingga ke dasar tulang rusukmu. Sebuah perasaan ayng membuatmu berkeringat dingin yang kemudian menjalar hingga ke ujung-unjung jari-jari kaki dan tanganmu? Beribu pertanyaan yang mendatangimu menanyakan apa yang dilakukannya di sana, bagaimana keadaannya, apakah dia baik-baik saja? Apakah dia sudah makan dan melakukan aktifitasnya seperti biasanya? Rasa aneh yang tiba-tiba datang ketika tanpa sengaja kita sedang membayangkan wajahnya, dan seketika itu juga hati kita akan menyebut lirih namanya. Dan kemudian sebuah senyuman kecil akan datang dengan segera, menghiasi wajahmu yang memerah sendiri akibat memikirkannya? Ya , kita sedang merindukan seseorang. Tak peduli seberapa lama nya kau tidak bertemu dengannya, tidak peduli seberapa banyak waktu yang kau butuhkan hanya untuk memikirkannya,,


RINDU itu mutlak! Yaaa… dia datang tanpa diundang, dan tak peduli seberapa kerasnya kau berusaha mengusir rasa rindu itu, dia tak kan pernah pergi darimu hingga kau bertemu dengan dia, yang kau rindukan… setiap orang PASTI pernah merasakan rindu.. ketika lama tidak bertemu seseorang, ketika lama tidak Berkomunikasi dengan seseorang, ketika wajahnya yang selalu menghiasi setiap malam dalam mimpi indahmu tak lagi dapat kau temui dalam dunia nyata… yeahh,,


Rasa RINDU itu tak pernah ditemukan obat penawarnya, dan mungkin para ahli dari seluruh dunia pun tak akan ada yang dapat menemukan ataupun berniat menemukan nya.. Tanya kenapa teman? Yaa, aku pikir rasa RINDU  itu sendiri tidak akan terobati dengan apapun, hanya satu obatnya : PERTEMUAN ! J hanya satu itulah yang paling ampuh,, karena hanya dengan sebuah pertemuan rasa rindu itu akan terobati..
Mungkin kau perlu menunggu beberapa hari, minggu, bahkan bulan hanya untuk mewujudkannya.. sekeras apapun yang menghalangimu untuk mewujudkannya, kau akan tetap berusaha sekeras mungkin untuk membuat sebuah keadaan dimana kau dapat menatap kedua bola matanya yang indah, senyum manisnya yang telah menghipnotismu, kata-katanya yang meskipun terdengar mengejekmu, kau tidak akan peduli.. meskipun pertemuan yang kau usahakan terjadi itu mungkin hanya akan bertahan dalam kurun waktu yang singkat, kau tidak akan menghiraukannya.. bagimu, setidaknya ada yang akan kau kenang dalam setiap malam-malammu hingga saat kau akan bertemu lagi dengannya..


Finally, siapa yang peduli dengan segala rintangan yang menghalangi pertemuan itu?  entah itu karena segudang rutinitas yang membosankan, atau waktu yang tidak bersahabat, ataupun jarak yang mungkin menghalangi sebuah pertemuan itu untuk terwujud.. tapi, sekali lagi siapa yang peduli dengan semua itu? Kalau segudang rasa rindu sudah menyelimuti hati dan pikiranmu? Tanyakan pada dirimu, apa yang dapat kau lakukan untuk menyingkirkan itu semua? J



with LOVE :)

Sabtu, 06 Oktober 2012

Frasa Doa .....



Sejauh harapan.. sejauh keinginan... sejauh mimpi... 
Aku hanya bisa menyentuhmu dalam tiap baris frasa doa ku, .....
Aku hanya bisa memelukmu dalam doa, .....
Kau, yang selalu aku perbincangkan dalam malam-malamku bersamaNya, .....
menjadi topik utama yang tak ada habis-habisnya, bahkan ketika doa itu terasa teramat panjang..
Menjadi sesuatu yang tidak pernah absen dari setiap malamku, ketika aku tiba di penghujung rasa lelahku.. 
Hanya dalam doa, aku berani memelukmu, merangkulmu, bahkan menyentuhmu, .....
Dalam tiap barisnya aku berani untuk mengutarakan apa yang aku rasakan.. hanya dalam frasa doaku...
Dan di dalam doa, terselip beribu tanda tanyaku yang bahkan tak akan pernah menemui jawabannya... 
Pertanyaan tentang rasaku padamu, apakah sama dengan apa yang kau rasakan.. 
Terselip juga, beribu harapanku terhadapmu...
Tak pernah kulupa untuk selalu memasukkan  harapan-harapanku terhadapmu.. untuk kehidupanmu.. segala yang terbaik...







Sejauh doa..
ya, aku menemukanmu, melihatmu, merasakanmu, bahkan menyentuhmu di dalam tiap baris frasa itu..
Aku dapat menemukan bayanganmu, menyentuh ragamu, bahkan merasakanmu dalam sebuah dekapan hangat...
Ketika ketakutan telah merajai pikiranku akan kehilangan dirimu, aku akan menggenggammu erat dalam tiap baris di doaku..
Dalam tiap frasa nya juga menjawab segala rindu yang tercipta oleh jarak dan waktu...
Mendoakan sudah lebih dari cukup bagiku, jika harus menyangkut tentangmu...
Karena cinta yang tak banyak diungkapkan lebih terkesan tulus dan jauh dari kebohongan, daripada cinta yang selalu terucap di bibir...
dan dalam tiap baris frasa doaku, aku tidak meminta sesuai dengan keinginnanku, karena aku tahu itu hanya menjadikan ku sesosok manusia yang penuh dengan rasa egois...
Dari berbagai macam permintaanku, ku tahu yang terbaik hanyalah sesuai dengan kehendakNya...
dan sekali lagi, biarkan aku memelukmu, walau hanya dalam tiap frasa doaku :) 
.....



*seperti KOPI PANAS.. paling enak diminum saat panas, tapi resikonya cepat habis.. Biar gak cepat habis, ya diminumnya pelan-pelan.. tapi ingat, resikonya jadi keburu dingin.. *

with LOVE :)



Senin, 23 Juli 2012

Teruntuk, Kamu....

Bagaimana aku bisa mencari orang sepertimu?


Hujan selalu menyimpan tanda tanya, kadang juga hujan selalu menyimpan jawaban... Dia membisu, datang malu-malu, tanpa isyarat, dan kata. tiba- tiba dia mengguyur saja... Sesukanya.. seenak hatinya.. Seringkali hujan disalaharikan sebagai pembawa duka, sebagai sebab seseorang mengingat kenangannya, sebagai terdakwa yang menyebabkan seseorang takut takdirnya. HUJAN buatku adalah penenang dalam kerinduan, pembawa air mata, dan pengingat rasa kehilangan. Selalu saja, sesuatu yang harus seseorang lupakan adalah sesuatu yang justru jauh tersimpan dalam ingatan, kenangan... 

Seorang pria, sederhana saja, senyumnya menyimpan banyak tanda tanya,tatapannya, mengganggu laju kerja otak , dan segi gerak-geriknya memaksaku agar tidak melewati setiap bagian perpindahannya... Lalu, semua terjadi begitu saja, saat percakapan kecil yang tercipta berubah menjadi deretan narasi nyata , aku dan dia, mengalair begitu saja.. seperti curah hujan lembut yang jatuh ke permukaan... sederhana seklai.. CINTA memang selalu menuntut kesederhanaan bukan.. 

Dia mengajariku banyak hal, cara menari dalam hujan, cara tertawa dalam kesedihan, dan cara bermimpi walau dalam kemustahilan.. Seringkali aku menatapnya diam-diam, mencebur jauh ke dalam matanya.. hatinya.. dan terpeleset ke dalam aliran darahnya.. aku sangat ingin menjadi bagian dalam setiap detak jantungnya. aku ingin ikut berhembus dalam setiap helai nafasnya. Tapi, apa semua ingin dan harapku menjadi kenyataan? Inilah yang disebut dengan Mimpi.. Mimpi yang sangat Tinggi...


Tahu-tahu sosoknya menjadi sangat penting dalam setiap bagian kehidupanku.. sedetik, semenit, sejam, seharian, hanya dia saja yang rajin menghampiri otakku. aku rasa dia tak punya kerjaan lain selain mengganggu dan menghampiri otakku.
Ah, kala itu cinta tak lagi menjelma menjadi sesuatu yang sederhana.. berangsur-angsur tingkatannya menjadi berbeda..menjelma menjadi dua kata, LUAR BIASA.. perasaan itu tak lagi hanya sekedar adik kakak, tapi lebih dari itu semua...


Ah hujan ternyata masih menjadi peran antagonis.. !! dia mengingatkanku padamu kembali! kamu yang telah meninggalkanku tanpa pamit, tanpa kata sepatah pun, tanpa kata selamat tinggal, tanpa ucapan, dan tanpa isyarat apapun.. Ahh.. berdosakah aku kalau masih saja memikirkanmu? masih hanya hitungan beberapa bulan yang lalu, kau yang mengajariku menghargai rintik hujan, menghargai derasnya rindu, menghargai butir-butir kenangan halusnya..

Hujan kali ini, pada sepotong sore yang deras, benar-benar mengingatkanku pada rasa itu, kehilangan.. tentu saja rasa yang begitu dalam.. Hilang? Saat aku berniat untuk mencari, pasti aku akan menemukan. Tapi bagaimana aku bisa mencari orang sepertimu? Dimana aku bisa menemukannya? 

SAYANG.. ahh kata itu tak pernah lagi kudengar dari bibirmu...Hujan kali ini memang deras sekali. aku tidak dapat membayangkan kamu yang terbaring lemah di ujung sana, kedinginan.. apa kamu pernah merindukanku sedalam aku merindukanmu? Tidak usah dijawab!! aku tidak ingin mendengar jawaban dingin itu!! AKU HANYA RINDU. SEDERHANA. BUKANKAH RINDU MEMANG SELALU SEDERHANA BUKAN? 
with LOVE :)

Kamis, 07 Juni 2012

Aku Gak Minta Banyak Hal, Tuhan :')


Tuhan...
Selamat pagi, atau selamat siang, dan selamat malam. Aku tak tahu di
surga sedang musim apa, penghujan atau kemaraukah? Ataukah mungkin sekarang
sedang turun salju? Pasti indah. Kalau boleh berbincang sedikit, aku belum
pernah melihat salju. Mungkin, kalau aku sudah cukup dewasa dan sudah bisa
menghasilkan uang sendiri, aku akan bisa menyaksikan salju, dengan mata kepalaku
sendiri.


Aku tahu Kau tak pernah sibuk. Aku tahu Kau selalu mendengar isi hatiku
meskipun Kau tak segera memberi pukpuk di bahuku. Aku tak perlu curiga padaMu,
soal Kau mendengar doaku atau tidak. Aku percaya telingaMu selalu tersedia
untuk siapapun yang percaya padaMu. Aku yakin pelukanMu selalu terbuka bagi
siapapun yang lelah pada dunia yang membuatnya menggigil. Aku mengerti tanganMu
selalu siap menyatukan kembali kepingan-kepingan hati yang patah.


Masih tentang hal yang sama, Tuhan. Aku belum ingin ganti topik. Tentang dia.
Seseorang yang selalu kuperbicangkan sangat lama bersamaMu. Seseorang yang
selalu kusebut dalam setiap frasa kata ketika aku bercakap panjang denganMu.


Aku sudah tahu, perpisahan yang Kau ciptakan adalah sesuatu yang terbaik untukku.
Aku mengerti kalau Kamu sudah mempersiapkan seseorang yang jauh lebih baik
darinya. Tapi... bukan berarti aku harus absen menyebut namanya dalam doaku bukan?
Nah... kalau yang ini, aku juga sudah tahu. Dia sudah menemukan penggantiku,
entah lebih baik atau lebih buruk dariku. Atas alasan apapun, aku harus turut
bahagia mendengar berita itu, karena ia tak perlu merayakan kesedihannya . Seiring mendapatkan penggantiku, ia tak perlu merasa galau ataupun merasa kehilangan. Sungguh... aku tak pernah
ingin dia merasakan sakit seperti yang kurasakan, Tuhan. Aku tak pernah tega
melihat kecintaanku terluka seperti luka yang belum juga kering di dadaku. Aku
hanya ingin kebahagiaannya terjamin olehMu, dengan atau tanpaku.


Tolong kali ini jangan tertawa, Tuhan. Aku tentu saja menangis, dadaku sesak
ketika tahu semua berlalu begitu cepat. Apalagi ketika dia menemukan penggantiku
hanya dalam hitung entah apa harus kusebut. Aku memang tak habis pikir. Padahal, aku sedang
menikmati perasaan bahagia yang meletup pelan-pelan itu. Bukannya ingin
berpikiran negatif, tapi ternyata setiap manusia punya topengnya masing-masing.
Ia berganti-ganti peran sesukanya. Sementara aku belum cukup cerdas untuk
mengerti wajah dan kenampakan aslinya. Aku hanya melihat segala hal yang ia
tunjukkan padaku, tanpa pernah tahu apa yang sebenarnya ada dalam hatinya.

Aku tidak tahu bagaimana kabarnya sekarang. Bagaimana hubungannya dengan kekasih
barunya. Aku tak terlalu ingin mengurusi hal itu. Aku yakin dia pasti bahagia,
karena begitu mudah mendapatkan penggantiku.


Aku percaya dia sedang dalam titik jatuh cinta setengah mati pada kekasih
barunya, dan tidak lagi membutuhkan aku dalam helaan napasnya. Permintaan yang
sama seperti kemarin, Tuhan. Jagalah kebahagiaannya untukku. Bahagiakan dia
untukku. Senyumnya adalah segalanya yang kuharapkan. Bahkan, aku rela menangis
untuknya agar ada lengkungan senyum di bibirnya. Aku ingin lakukan apapun
untuknya, tanpa melupakan rasa cintaku padaMu. Aku memang tak menyentuhnya. Tapi...
dalam jarak sejauh ini, aku bisa terus memeluknya dalam doa.


Pernah terpikir agar aku bisa terkena amnesia dan melupakan segala sakit yang
pernah kurasa. Agar aku tak pernah merasa kehilangan dan tak perlu menangisi
sebuah perpisahan. Rasanya hidup tak akan terlalu rumit jika setiap orang mudah
melupakan rasa sakit dan hanya mengingat rasa bahagia. Namun... aku tahu hidup
tak bisa seperti itu, Tuhan. Harus ada rasa sakit agar kita tahu rasa bahagia.
Tapi, bagiku rasa sakit yang terlalu sering bisa membuat seseorang menikmati
yang telah terjadi. Itu dalam persepsiku lho, Tuhan. Kalau pendapatMu berbeda
juga tak apa-apa.


Aku memang tak perlu meratap, karena sepertinya ia bahagia bersama kekasih
barunya. Ia pasti telah menemukan dunia baru yang indah dan menyenangkan. Aku
turut senang jika hal itu benar, kembali pada bagian awal, Tuhan. Aku tak pernah
ingin dia merasakan sakitnya perpisahan, seperti yang aku rasakan.


Akhir percakapan, aku tidak minta agar dia segera putus dari kekasihnya, atau
hubungan mereka segera kandas di tengah jalan. Aku hanya minta agar ia sembuh
dari maag akutnya. Agar ia terhindar dari vertigo parahnya. Agar muntah darahnya
berhenti ketika tubuhnya kelelahan.

Kembali pada bagian awal. Aku hanya ingin ia bahagia. Cukup.

with LOVE and TEARS :')